‎Dengan demikian, harapan keluarga terhadap perhatian pemerintah masih belum terwujud menurut pengakuan mereka.

Investigasi rumah sakit belum dijelaskan

Persoalan lain yang tak kalah penting adalah hasil investigasi internal RS BHC.

‎Sehari setelah Dani meninggal, tepatnya 14 Oktober 2026, Manager Humas dan Marketing RS BHC Sumenep, Sandra Rahestri, menyatakan manajemen sedang melakukan penelusuran internal.

‎"Terkait berita yang sedang beredar, kami dari manajemen belum bisa menyampaikan penjelasan terkait hal ini. Agenda kami pagi ini masih dilakukan investigasi secara internal," kata Sandra saat dikonfirmasi pada 14 Oktober 2026.

‎Pernyataan itu menjadi satu-satunya keterangan resmi yang disampaikan pihak rumah sakit dalam perkembangan awal kasus tersebut.

‎Namun, hingga 2 November 2026, keluarga mengaku belum menerima penjelasan mengenai hasil pemeriksaan medis maupun kesimpulan investigasi internal rumah sakit.

‎Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, sebelumnya juga menyampaikan bahwa manajemen RS BHC berjanji memberikan perkembangan penanganan kasus pada Senin, 26 Oktober 2026.

Akan tetapi, janji tersebut belum terealisasi menurut keterangan Mulyadi.

‎"Terakhir pada Senin (26/10/2026), pihak RS BHC menyampaikan akan memberikan perkembangan. Namun, sampai saya pulang dari luar kota pun belum ada kabar atau komunikasi lagi dari rumah sakit," kata Mulyadi, Jumat (30/10/2026).