Di rumah duka, H. Hayat berusaha menerima kehilangan anak satu-satunya. Hj. Hayati berdoa agar putranya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Sementara H. Asnawi masih membawa pertanyaan ketika mengantar wartawan menuju makam cucunya.
Dani telah dimakamkan. Cita-citanya ke Mesir tak lagi dapat dikejar. Wisuda yang semestinya menjadi kebanggaan keluarga telah berlalu tanpa kehadirannya.
Namun, satu hal masih tertinggal di rumah itu: penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi sebelum Dani mengembuskan napas terakhir di RS BHC.
Di bawah batu nisan, kisah hidup Dani telah berhenti. Tetapi, pertanyaan keluarganya belum menemukan tempat untuk berakhir.
Hingga kini, sebulan lebih kematian Dani, namun pihak RS BHC Sumenep diduga bungkam dan masih belum buka suara. ***

